Oleh :BE IA ITB
Memperingati ulang tahun yang ke-35, Unit Kesenian Minangkabau (UKM) ITB menggelar Lustrum VII UKM-ITB.Penyelenggaraan Lustrum VII UKM-ITB ini terdiri dari tiga rangkaian acara yakni Journey to Minangkabau, Science & Technology Event, dan Pagelaran Seni Minangkabau.
Rangkaian Lustrum VII UKM-ITB ini dibuka oleh pihak rektorat yang diwakili oleh Ketua Lembaga Kemahasiswaan ITB, Bapak Dr. IR. Brian Yuliarto pada acara Journey to Minangkabau yang dilangsungkan pada Hari Minggu (25/04/10) di Lapangan Cinta Kampus ITB . Pengenalan pariwisata Sumatera Barat, Pameran foto, Panggung seni dan Wisata kuliner Minangkabau menjadi inti dari acara ini. Para pengunjung baik dari dalam kampus maupun luar kampus ITB dimanjakan dengan sajian acara yang menarik dan tentunya khas dari Sumatera Barat.
Kuliner yang disajikan dalam Journey to Minangkabau tentunya kuliner khas Minangkabau yang jarang ditemukan di Bandung seperti aneka lapek, karupuak kuah, es tebak, teh talua, hingga makanan lainnya.Selain itu terdapat pula pameran foto dan pengenalan pariwisata Minangkabau. Pameran foto ini menampilkan foto-foto yang diambil dari Ranah Minangkabau yang merupakan hasil karya para pelajar dari Sumatera Barat hasil lomba foto yang ada pada rangkaian acara Lustrum VII UKM ITB.
Saat menikmati kuliner dan foto-foto , pengunjung pun dihibur dengan panggung seni yang menampilkan banyak kesenian daerah dari unit kegiatan mahasiswa lain. Unit kegiatan mahasiswa tersebut adalah KPA-ITB, MGG-ITB, PSTK-ITB, UKA-ITB dan REMI-Poltek Telkom. Rata-rata unit ini tampil dengan bernuansa Minangkabau, seperti KPA-ITB yang tampil membawakan lagu Ayam Den Lapeh, Kampuang Nan Jauh di Mato dan salah satu lagu Sunda yaitu Es Lilin.
Pada hari Kamis (29/04/10), rangkaian Lustrum VII UKM-ITB ini dilanjutkan dengan acara Final Science & Technology Event 2010 di Auditorium CC Timur Kampus ITB.Scientech 2010 dibagi menjadi dua kategori ; Kategori science menitikberatkan pada penelitian bidang ilmu pengetahuan. sedangkan Kategori Inovasi Teknologi menuntut peserta untuk menghasilkan produk inovasi yang orisinil. 6 Pelajar SMA asal Sumatera Barat yang terpilih menjadi finalis diminta mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri.
Acara Puncak dari rangkaian Lustrum VII UKM-ITB ini ditutup dengan malam pagelaran Lustrum VII Unit Kesenian Minangkabau (UKM) ITB yang berlangsung di Auditorium Sasana Budaya Ganesha, pada hari Sabtu (1 Mei 2010).Pada pagelaran kali ini, UKM mengusung tema "Maubek Tangih Managuahan Hati".Tema ini dipilih terkait dengan bencana gempa bumi yang melanda Sumatera Barat beberapa waktu lalu.Penampilan Tari, Silek, Randai, dan Drama dirangkai secara cantik mengikuti acara. Tak ketinggalan penampilan apik tim musik secara live sehingga mampu mengemas atmosfer Sabuga malam itu. Semuanya berpadu dalam sebuah keharmonisan.
Pembuka acara malam itu adalah Tari Galombang dan Pasambahan (Galpas). Galpas merupakan tarian sakral Minangkabau yang biasa dimainkan sebagai pembuka acara-acara penting.Pada pagelaran kali ini ditampilkan Tari Tunggak Titian yang merupakan tari kreasi baru UKM yang diciptakan oleh anggota UKM sendiri.Suasana kental minangkabau pada malam pagelaran UKM-ITB bertambah pula dengan ditampilkannya seni bela diri khas minangkabau, Silek. Gerakan pandeka silek yang tajam, kuat, dan berbahaya membuat penonton tampak menahan nafas dan memekik tertahan.
Acara yang juga dihadiri oleh Ketua IA-ITB Jakarta, Bapak Hendry Harmen ditutup dengan permainan Saluang, alat musik tiup khas Minangkabau. Telinga penonton kembali bernostalgia dengan alunan sendu dari Saluang. Pesan untuk membangun negeri kembali dinyanyikan dalam lirik Saluang tersebut.
Decak kagum, gelak tawa, teriakan histeris, dan tepuk tangan penuh semangat senantiasa menghadiahi segenap penampilan malam itu. Emosi penonton diaduk secara ulet sehingga mereka tak kuasa mengedipkan mata ataupun beranjak dari tempat duduk, takut kehilangan momen berharga.Bangkitlah Ranah Minang!











